E d i t o r i a l - B u l u t a n g k i s - I n d o n e s i a

Home » , , » Teknologi Instant Review di BWF Superseries Finals 2013

Teknologi Instant Review di BWF Superseries Finals 2013

Written By bulutangkis RI on Sabtu, 09 November 2013 | 6:39 PM


bulutangkisRI MEDIA - Pemain yang berkompetisi di BWF Superseries Finals akan menjadi yang pertama dalam menggunakan teknologi Instant Review di bulutangkis. Mereka diperbolehkan menggunakan 2 challenge per match. Turnamen ini akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 11-15 Desember.

Pemain (tunggal atau ganda) yang bermain di lapangan utama (TV Court) lah yang berkesempatan menggunakan fitur ini. Pemain yang tidak puas dengan keputusan hakim garis dapat menggunakan kesempatan protes dengan secepat mungkin menyebut "challenge" setelah shuttlecock mendarat di lapangan, sebelum tayangan ulang diputar.

Setelah pemain melakukan protes, tayangan ulang akan diputar di TV yang telah disediakan. Dari tayangan tersebut dapat dilihat apakah kebenaran ada di pihak hakim garis atau pemain. Jika terbukti keputusan hakim garis yang benar maka pemain kehilangan 1 dari 2 challenge yang telah diberikan di awal pertandingan, namun jika pemain yang terbukti benar maka mereka tidak kehilangan challenge yang dimiliki.

"Kami telah melakukan banyak pengujian selama perhelatan event Superseries tahun ini untuk menyelesaikan sistem ini, kami yakin itu akan menambah sisi drama di dalam pertandingan dan menjadikan turnamen ini lebih menarik baik untuk pemain maupun penonton" Thomas Lund, Sekjen BWF. Teknologi ini sempat direncanakan akan diterapkan di Piala Sudirman dan Indonesia Open beberapa bulan lalu, namun rencana tersebut belum dapat teralisasi karena BWF merasa masih banyak kekurangan.

"Kepuasan para pemain akan menjadi faktor kunci penilaian kesuksesan diterapkannya teknologi ini di bulutangkis. Oleh karena itu, Komisi Atlet dapat menjadi wadah untuk menyampaikan masukan (feedback) dari para pemain ke pihak BWF." Ketua Komisi Atlet, Emma Mason.

Teknologi serupa telah lama diterapkan di cabang olahraga tennis, dikenal dengan teknologi "mata elang" dan terbilang sukses.

sumber: BWF
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

12/11/13 15.46

rugi bngt dong cuman 2

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. bulutangkis RI Media - All Rights Reserved
Tim @bulutangkisRI
Proudly powered by Blogger