E d i t o r i a l - B u l u t a n g k i s - I n d o n e s i a

Home » , , , » Korea GP Gold: Wakil Indonesia Habis, Korea-pun Dapat Citra Negatif

Korea GP Gold: Wakil Indonesia Habis, Korea-pun Dapat Citra Negatif

Written By bulutangkis RI on Sabtu, 09 November 2013 | 11:22 AM

Turnamen Korea GP Gold 2013 terlihat tak terlalu istimewa dan berkesan ala kadarnya
bulutangkisRI Media -- Irfan Fadhilah/Weni Anggraini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil merapat ke babak semifinal. Pemain berperingkat 21 dunia ini di semifinal hadapi pasangan Korea Yoo Yeon Seong/Jang Ye Na unggulan 5 asal Korea dan pasangan Indonesia harus menelan kekalahan 19-21 14-21 dalam waktu 45 menit, dengan demikian habis sudah wakil-wakil Indonesia yang berlaga di turnamen ini.
Saling kejar-mengejar pada set pertama Irfan/Weni bermain apik, hingga kedudukan 17-18 kemudian 18-20 hingga ditutup kemenangan oleh pasangan Korea 19-21. Pada set kedua awal pasangan Indonesia juga bisa mengimbangi lawan hingga kedudukan 9-11, namun pasangan Korea ini bernafsu ciptakan All Korean Final hingga peluang Irfan/Weni cukup tipis yang selalu tertinggal hingga ditutup 14-21.
Mengomentari hal lain adalah kondisi lapangan yang terlihat tidak berkesan sedang ada ajang international, kalau boleh dibilang lebih baik lapangan Sirkuit Nasional di Indonesia dari segi penskoran dan lapangan. Banyak komentar muncul negatif terhadap Korea setelah beberapa kejadian dan komentar muncul dari para pemain, tidak hanya dari pemain Indonesia namun pemain luar pun merasakan hal sama seperti pemain Malaysia,  Zulfadli Zulkiffli yang harus menghentikan permainan karena faktor hakim garis dan juri-juri di lapangan Korea GP Gold.
Seperti dilansir badmintonindonesia.org Maria Febe mengutarakan bola yang digunakan cukup berat dan butuh penyesuaian, tidak hanya bola, lapangan pun menurut Febe adalah faktor lain yang perlu penyesuaian mendalam.
"Bola yang dipakai di turnamen ini cukup berat, jadi saya harus benar-benar fokus di lapangan,” kata Maria Febe (6/11).
Turnamen internasional seperti Korea Superseries Premier tahun 2014 akan turun level menajdi Korea Superseries saja mengingat hadiah uang yang diberikan turun dari 1 juta dollar ke 250.000USD, sementara turnamen kelas Korea Grand Prix Gold juga turun kasta mejadi Korea Grand Prix.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. bulutangkis RI Media - All Rights Reserved
Tim @bulutangkisRI
Proudly powered by Blogger