B u l u t a n g k i s - I n d o n e s i a

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label thomas uber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thomas uber. Tampilkan semua postingan

Jadwal Tanding Serta Jadwal Siaran TV Thomas Uber Cup 2014

Written By bulutangkis RI on Kamis, 01 Mei 2014 | 9:23 AM

Gelaran Thomas-Uber Cup akan segera di mulai kurang lebih dua minggu lagi, tepatnya 18-25 Mei 2014 yang akan berlangsung di New Delhi, India, tim inti Thomas-Uber Indonesia pun sudah terbentuk, berikut ini Jadwal pertandingan Tim Indonesia di piala bergengsi Thomas dan Uber:

Penyisihan Grup
- Minggu, 18 Mei 2014 pukul 10.30WIB:
Tim Uber: Indonesia vs Australia (Lapangan 2/ TV Court)

- Senin, 19 Mei 2014 pukul 10.30WIB:
Tim Thomas: Indonesia vs Singapura (Lapangan 1/ TV Court)

- Selasa, 20 Mei 2014 pukul 10.30WIB:
Tim Thomas: Indonesia vs Nigeria (Lapangan 3)
Tim Uber: Indonesia vs Singapura (Lapangan 2/ TV Court)

- Rabu, 21 Mei 2014 pukul 10.30WIB:
Tim Thomas: Indonesia vs Thailand (Lapangan 1/TV Court)
Tim Uber: Indonesia vs Korea (Lapangan 2/TV Court)

Perempat final Piala Thomas dan Uber
Kamis, 22 Mei 2014 pukul 13.30WIB dan 19.30WIB

Semifinal Piala Thomas dan Uber
Jumat, 23 Mei 2014 pukul 13.30WIB dan 19.30WIB

Final Piala Uber
Sabtu, 24 Mei 2014 pukul 16.30WIB

Final Piala Thomas
Minggu, 25 Mei 2014 pukul 16.30WIB

Berikut ini hasil undian grup Piala Thomas:
Grup A : Indonesia, Thailand, Nigeria, Singapura
Grup B : Jepang, Denmark, Hong Kong, Inggris
Grup C : Malaysia, Korea, Jerman, India
Grup D : Tiongkok, Taiwan, Rusia, Prancis

Hasil undian grup Piala Uber :
Grup A : Tiongkok, Taiwan, Inggris, Rusia
Grup B : Korea, Indonesia, Australia, Singapura
Grup C : Thailand, India, Kanada, Hong Kong
Grup D : Jepang, Denmark, Malaysia, Jerman

Jadwal penayangan siaran langsung oleh stasiun televisi NET.TV “Home of Badminton 2014”:
Mulai Babak perempat final : Kamis, 22 Mei 2014
Semifinal : Jumat, 23 Mei 2014
Final Piala Uber : Sabtu, 24 Mei 2014
Final Piala Thomas : Minggu, 25 Mei 2014


Tontowi Ahmad Belum Teruji di Ganda Putra

Written By bulutangkis RI on Senin, 31 Maret 2014 | 12:02 PM

Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (ilustrasi)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajer tim Thomas Cup 2014 Indonesia, Christian Hadinata, mengungkapkan alasan PBSI tidak menyertakan pebulutangkis ganda campuran, Tontowi Ahmad. Menurut Christian, kemampuan Tontowi belum teruji di sektor ganda putra.

Thomas dan Uber Cup merupakan turnamen bulutangkis beregu putra dan putri. Di turnamen ini nomor ganda campuran tidak dipertandingkan.

Media sempat menanyakan kemungkinan pasangan Juara Dunia 2013, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, untuk disertakan di turnamen ini demi memperbesar peluang Indonesia membawa pulang trofi. Namun PBSI tetap tidak menyertakan keduanya di tim Thomas Cup maupun Uber Cup.

"Tentunya berbeda seorang Owi atau Butet. Mereka juga harus mempersiapkan diri untuk pertandingan-pertandingan yang akan mereka ikuti seperti India dan Singapore Open, termasuk Asian Games," tutur Christian ditemui Tribunnews.com saat pengumuman tim, Jumat (28/3/2014).

"Secara materi pemain di Piala Thomas saya rasa sudah sangat mumpuni. Owi agak jarang main di ganda putra. Memang ada pemain-pemain tertentu yang bisa bagus di ganda putra dan campuran, tapi Owi belum tentu karena belum teruji. Itu pertimbangan kita," imbuh Christian.

sumber: Tribunnews

Pemain Non-Pelatnas Berkomitmen Antar Indonesia Juara di Thomas dan Uber Cup 2014

Rizki Amelia/Pia Zebadiah Bernadet terpilih untuk masuk nominasi Tim Uber Cup Indonesia 2014
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajer tim Uber Cup 2014 Indonesia, Imelda Wigoena, menjamin para pemain non-Pelatnas berkomitmen mengantarkan Indonesia memetik prestasi di India.

"Saya sudah tanya dan diskusi dengan para atlet. Mereka punya komitmen untuk membela bangsa dan negara, termasuk kedisiplinan. Mereka sudah siap," tutur Imelda ditemui Tribunnews.com, Jumat (28/3/2014).

Dari tim Thomas dan Uber Cup yang akan dikirim ke India pada Mei mendatang terdapat sejumlah pebulutangkis yang tidak tergabung di Pelatnas. Mereka adalah Markis Kido, Marcus Fernaldi Gideon, Simon Santoso, Pia Zebadiah Bernadet, dan Rizki Amelia Pradipta. Imelda Wigoena sendiri tidak tergabung dengan Pelatnas. Mantan pebulutangkis ganda putri dan campuran itu tergabung di klub Jaya Raya.

sumber: Tribunnews

'Jangan Olok-Olok Tim Bulutangkis Putri Kita'

Lindaweni Fanetri (ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Penampilan atlet bulutangkis putri Indonesia memang menurun sejak era Susi Susanti. Namun, masyarakat Indonesia diminta untuk terus memberikan dukungan, bukan mengolok-olok.

Dibandingkan atlet putra, atlet putri memang kering prestasi. Indonesia belum bisa lagi menemukan atlet seperti Susi Susanti yang berjara di era 90-an.

Kini, tim putri akan berlaga di ajang Piala Uber di India, 18-25 Mei mendatang. Menurut manajer tim Uber, Imelda Wiguna, dukungan penuh sangat dibutuhkan Bellaetrix Manuputty dan kawan-kawan agar bisa meraih hasil maksimal.

"Saya minta masyarakat terus memberikan dukungan kepada tim putri. Memang prestasi putri masih belum bagus, tapi dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat mereka perlukan. Jangan karena kering prestasi justru menjadi bahan olok-olok," ujar Imelda, Sabtu (28/3/2014).

Beragam persiapan akan dilakukan tim Uber jelang keberangkatan ke India termasuk pemusatan latihan di Kudus dan simulasi di Solo. Imelda menegaskan, semua atlet memiliki komitmen tinggi menjalani program latihan yang sudah dipersiapkan.

"PBSI sudah berdiskusi dengan para atlet. Mereka siap menjalankan program yang dipersiapkan. Meski sulit, saya pikir semifinal target yang realistis. Namanya target kan harus tinggi," ia menutup.

sumber: inilah.com

Hasil Undian Grup Piala Thomas dan Piala Uber 2014

Written By bulutangkis RI on Minggu, 30 Maret 2014 | 10:21 PM

Piala Uber dan Thomas (Photo: Badmintonphoto)
bulutangkisRI MEDIA - Undian grup kejuaraan bulutangkis paling bergensi level dunia beregu putra dan putri, Thomas-Uber Cup yang berlangsung di Le Meridien Hotel, New Delhi pukul 16.00 waktu setempat telah selesai digelar. Tim Thomas Merah-Putih yang menyandang unggulan pertama langsung ditempatkan di grup A dan grup D untuk sang juara bertahan, China. Sementara unggulan 3 dan 4 Thomas Cup, Malaysia dan Jepang mendapat tempat masing-masing di grup C dan B.

Thailand yang pada tahun 2012 lalu hanya mampu finish di urutan 7 babak kualifikasi Zona Asia (tahun 2014 dihapuskan) beserta 2 negara pendatang baru, Nigeria dan Singapura akan berebut tempat teratas di Grup A Thomas Cup. Peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi juara grup A Thomas Cup, tetapi harus tetap waspada pada semua tim yang berada di grup A, terutama Thailand yang memiliki tunggal putra yang cukup baik.

Sementara sang juara bertahan, China akan beradu kekuatan dengan Taipei, Rusia dan Perancis di grup D. Malaysia, Korea, Jerman dan tuan rumah, India berada di grup C yang disebut-sebut sebagai grup neraka. Kemudia Jepang berserta Denmark, Hongkong dan England akan menghuni grup B Thomas Cup.

Hasil undian pembagian grup Thomas Cup 2014, Indonesia menyandang unggulan pertama berada di Grup A
Dari tim putri, Uber Cup Indonesia mendaoat undian yang cukup agak berat, selain Korea, tim srikandi Indonesia harus mampu menghadang laju Singapura maupun Australia di grup B Uber Cup. Juara bertahan Uber Cup sekaligus unggulan 1, China menempati grup A Uber Cup berasama Taipei, Rusia dan Inggris.

Semifinalis Uber Cup 2012, Thailand akan berjibaku dengan tuan rumah India, Kanada dan Hongkong di grup C Uber Cup, sementara semifinalis lainnya, Jepang berada di grup D yang dibilang grup neraka bersama Denmark, Malaysia dan Jerman.

Indonesia, unggulan 5 berada di Grup B bersama Korea (Finalis), Australia dan Singapura di Uber Cup
Terus pantau perkembangan mengenai Thomas Uber Cup hanya di Twitter @bulutangkisRI

PBSI Langsung Atur Taktik Hadapi Thomas-Uber Cup 2014

Written By bulutangkis RI on Minggu, 09 Februari 2014 | 8:54 PM

Piala All England dipajang, piala yang paling kecil untuk nomor Ganda Campuran
bulutangkisRI MEDIA – Meski baru akan digelar empat bulan lagi, PBSI sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi Piala Thomas dan Piala Uber 2014 di New Delhi, India, 18 – 25 Mei. Hal itu dilakukan PBSI untuk mengatur titik performa atlet sebelum ajang perebutan supremasi beregu paling bergengsi dua tahunan tersebut digelar.

Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan mengatakan, “Setelah kembali dari Malaysia Open 2014, para pemain diukur kemampuannya untuk persiapan ke Piala Thomas dan Uber. Dalam dua minggu pertama di tahun ini sudah terlihat bagaimana kinerja pemain. Seperti diketahui, ajang ini adalah salah satu milestone PBSI di tahun 2014. Jadi kami akan mati-matian,” jelas Gita.

Menurut Gita, salah satu hal yang menjadi pekerjaan rumah PBSI adalah mengatur titik performa atlet. Bagaimana para atlet dapat mencapai puncak performa mereka tepat di saat ajang dua tahunan ini dihelat.

UKUR VO2 MAX

“Salah satu persiapan adalah mengukur kemampuan atlet seperti VO2 max. Dalam beberapa hari ke depan akan ada hasilnya. Kami harus atur supaya performa atlet memuncak di bulan Mei. Atlet tidak bisa berkinerja di puncak performa setiap minggu,” lanjutnya.

Gita juga mengatakan bahwa tim bayangan Piala Thomas dan Piala Uber juga telah ditentukan oleh PBSI. Akan tetapi saat ini PBSI ingin fokus mengokohkan pondasi tim bayangan tersebut. Dengan pondasi tim yang kuat serta pendataan kondisi atlet telah rampung, maka tim dinilai siap untuk diterjunkan di simulasi Piala Thomas dan Piala Uber.

Sumber: Pos Kota

Bellaetrix Kecewa atas Wacana Absennya Indonesia di Piala Uber

Written By bulutangkis RI on Rabu, 23 Oktober 2013 | 5:12 PM



Jakarta - Pemain tunggal putri pelatnas Bellaetrix Manuputty merespons negatif wacana absen dalam Piala Uber 2014. Pebulutangkis yang kini berada di perigkat ke-27 dunia tersebut berharap wacana itu tak jadi kenyataan. 

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Rexy Mainaky membuka wacana tak mengirimkan tim pada Piala Uber 2014 di India. Dia tak ingin Linda Wenifanetri dkk. sekadar menjadi penggembira pada kejuaraan beregu dua tahunan itu. 

"Saya kecewa berat saat mengetahui kabar itu dari media. Publik sudah terlanjur mengenal negara kita sebagai negara bulutangkis, bukan hanya karena banyak dimainkan masyarakat tapi juga ada prestasinya," kata Bella, sapaan karib Bellaetrix, dalam obrolan dengan detikSport. 

"Saya juga ingin tampil lagi di Piala Uber. Kami juga tak pernah datang ke turnamen dengan semangat jadi penggembira saja, setidaknya ada target seperti jadi semifinalis atau ke final," lanjutnya.

Dengan nada kesal, pebulutangkis putri yang kini ada di urutan ketiga nasional itu pun menilai bahwa prestasi rekan-rekannya sudah mengalami peningkatan. Hal itu mestinya bisa jadi pertimbangan sendiri dari para pengurus.

"Kalau melihat hasil kejuaraan terakhir ini, perolehan tunggal putri sudah ada peningkatan. Saya sudah bisa masuk delapan besar Indonesia Terbuka, Aprilia (Yuswandari) juga bisa ke semifinal."

"Kalau dulu-dulu banget mungkin memang benar, hasil kami di turnamen jelek. Baru kualifikasi out, kualifikasi lagi out. Sekarang ada perbaikan."

"Kalau memang pengurus tahu kami tak juga membaik, tugas pengurus lah untuk membuat kami lebih baik, bukan justru tim putri makin disepelekan," tuturnya. 

Sudah begitu, Bella juga mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya sejauh ini belum mendapatkan informasi langsung mengenai hal tersebut. "Sampai hari ini belum ada keterangan langsung dari pengurus soal itu. Kami benar-benar baru mengetahui dari media. Pelatih juga belum pernah bilang soal itu," tegasnya.

sumber: detiksport

Ikutilah! Polling Bulutangkis untuk Uber Cup 2014

Written By bulutangkis RI on Kamis, 17 Oktober 2013 | 7:16 PM

Credit Photo: Badminton World Federation

Ikutilah polling bebas dibawah ini, suara anda mungkin akan didengar oleh pengurus PBSI.


LIHAT HASIL POLLING SEMENTARA


Silakan berkomentar dibawah ini, anda tidak memerlukan akun khusus atau tidak perlu log in, berkomentarlah yang baik demi kemajuan bulutangkis Indonesia!!

Taufik Hidayat: Ikutan Piala Uber “Ngeramein” Doang, Buat Apa?

Written By bulutangkis RI on Minggu, 13 Oktober 2013 | 12:05 PM


Taufik Hidayat (photo by BeritaSatu.com)
bulutangkis RI Media – Taufik Hidayat terkenal dengan masukan-masukan yang sangat keras, ini bertujuan untuk memajukan perbulutangkisan Indonesia, kali ini Taufik berkomentar tentang rencana tidak dikirimnya Tim Uber ke Piala Uber 2014 yang akan berlangsung 18-25 Mei tahun depan New Delhi, India.

Seperti dikutip BeritaSatu.com, Taufik mengatakan, "Kalau cuma ikut-ikutan udah nggak zamannya sekarang. Cuma meramaikan doang untuk apa. Harus benar-benar menghasilkan prestasi,"
Rencana tidak akan dikirim ke Piala Uber 2014 datang dari Kabidbinpres PB PBSI, Rexy Mainaky, lagi-lagi prestasi sektor putri lah yang menjadi alasan utama rencana ini.
"Kalau soal pembatalan itu wewenangnya PBSI. Mereka pasti tahu yang terbaik. Kalau menurut pelatih, pengurus, dan pemain sepakat, dan itu jalan yang terbaik, kenapa tidak," kata pria asal Pangalengan, Bandung seperti dikutip BeritaSatu.com

Berita rencana tak dikirimnya tim Uber Indonesia juga mendapat tanggapan beragam dari followers @bulutangkisRI, ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju tak dikirim.

Adapun yang setuju atas rencana tidak dikirimnya tim Uber, twitter: @arsaputra, “@bulutangkisRI Setuju tidak ikut Uber..mundur untuk maju.. “

Kemudian yang tidak setuju salah satunya, @DP_DianPS mention, “@bulutangkisRI intinya INA harus partisipasi di Uber 2014. Beri lah mrk kpercayaan.Tinggal dr mrk'a mau tanggung jwb atas kepecayaan itu/tdk”

Seperti diketahui Tim Uber Indonesia sudah mengoleksi 3 gelar sejak 21x keikutsertaannya, terakhir juara tahun 1996 di Hongkong dengan mengalahkan China 4-1, prestasi terbaik terakhir di tahun 2008 dengan masuk Final kalah 0-3 dari China di Jakarta.

BACA JUGA:

Indonesia Terancam Absen di Piala Uber 2014

Written By bulutangkis RI on Kamis, 10 Oktober 2013 | 2:42 PM




JAKARTA - Rentetan hasil buruk tunggal putri dan ganda putri pada setiap turnamen yang diikuti tahun ini berimbas negatif. Tak tanggung-tanggung Linda Wenifanetri dkk diambang pintu absen pada kejuaraan beregu putri Piala Uber tahun depan.

Tahun 2014 mendatang, perhelatan Piala Thomas dan Piala Uber dilangsungkan di New Delhi India pada 18-25 Mei. Dari pertama kali dilangsungkan Lancashire Inggris tahun 1957, Piala Uber sudah digelar 24 kali dan Indonesia berpartisipasi 21.
   
Ancaman tak bertolak ke India tersebut langsung dikatakan kabidbinpres PB PBSI Rexy Mainaky kemarin (9/10). Rexy mengatakan prestasi sektor putri Indonesia yang sedang terpuruk saat ini jadi alasan utama.
   
Hingga bulan lalu, raihan terbaik tunggal putri pelatnas boleh dikata "hanya" juara di kejuaraan yang levelnya di bawah grand prix yakni international challenge Vietnam Open atas nama Hanna Ramadini Maret lalu. Kejuaraan ini kastanya ada di posisi kelima.
   
Sedang ganda putri, prestasinya boleh dikatakan mendingan. Pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sempat juara di grand prix gold Thailand Open Mei lalu. Turnamen ini kastanya ada di bawah supeseries premier dan superseries.
   
"Kondisinya memang harus gentle mengakui kalau putri kita memang buruk saat ini. Kalau dikatakan memalukan bangsa, sebenarnya akan jauh lebih malu jika kita ikut-ikutan turun tapi kemudian langsung kalah di babak penyisihan grup," tegas Rexy.
   
Ucapan Rexy bukan tanpa sebab. Berdasar perhitungan Rexy, kalau ikut Piala Uber dilihat rangking pemain-pemain putri kita, Merah Putih jelas bukan unggulan. Dari 12 negara yang berpartisipasi, bisa saja rangking Indonesia ada di posisi antara sembilan sampai 12.
   
"Delapan negara teratas kalau dilihat rangking putri ada Cina, Korsel, Jepang, Denmark, India, Taipei, Thailand, dan mungkin Jerman atau Hongkong. Yakinkah kita bisa mengatasi mereka? Kita harus jujur sekarang," jelas Rexy.
   
Peraih medali emas ganda putra Olimpiade 1996 tersebut pembenahan di sektor putri membutuhkan kerja ekstra. Bukan hanya sisi fundamental, melainkan juga spirit bertanding Linda dkk yang kurang ngotot.
   
Dalam kacamata Rexy, tak ikutnya tim putri di Piala Uber malah menjadi strategi tersendiri. Karena dengan menyimpan kekuatan tahun depan, toh masih ada Piala Uber tahun 2016. Kalau memang prestasi stabil, Indonesia bisa unjuk gigi tiga tahun lagi.
   
Salah satu penataan sistem sektor putri Indonesia yang masuk dalam rencana besar adalah pengaturan turnamen sesuai kemampuan. Kalau memang belum juara pada tataran grand prix atau grand prix gold, jangan dulu naik ke superseries ataupun superseries premier.
   
Awal tahun mendatang, promosi-degradasi akan besar-besaran dilakukan. Pemain yang sudah kadaluarsa secara kemampuan, tak segan ditendang. Lebih baik memberikan kesempatan kepada pemain muda potensi daripada pemain senior yang susah diharapkan prestasinya.
   
Secara terbuka Rexy lebih memilih berkonsentrasi untuk persiapan tim Piala Thomas. Pria asal Ternate tersebut sedang menyusun serangkaian langkah untuk menguatkan ganda kedua serta tiga pemain tunggal. Untuk tahun depan, Hendra Setiawan/M.Ahsan masih menjadi pilihan utama ganda.
   
"Saya mau adil untuk sektor tunggal putra. Kalau ganda diharuskan 100 persen dari dua pasangan, yang tunggal juga harus 100 persen dari dua pemain. Saya gak mau membedakan," ucap Rexy.
 
 Tapi apakah keputusan ini sudah bulat? Mengingat masih ada dua bulan sebelum tahun 2013 berakhir dan srikandi Indonesia masih berpotensi mengukir prestasi?
   
"Dari pengalaman saya, susah mengebut hasil bagus untuk dua bulan yang tersisa. Padahal saya mau Desember persiapan tim Piala Thomas sudah mulai," beber Rexy.
   
Ketika dikonfirmasi kepada Kasubid pelatnas PP PBSI Ricky Subagja, dirinya masih belum memastikan. Kebijakan memarkir tim Piala Uber untuk tahun mendatang, masih akan dirapatkan dengan para pelatih.
   
Di sisi lain, pemain tunggal putri pelatnas Linda pun pasrah. Pemain rangking 12 dunia itu tak menyangkal kalau dalam tiga bulan belakangan prestasinya meredup. Setelah superseries Singapore Open Juni lalu, dimana Linda mencapai babak semifinal, Linda tak kunjung berprestasi.
   
"Ya, ada beberapa faktor. Kita lihat saja pemain Cina. Wang Yihan juga naik turun prestasinya tahun ini. Saya sih berharapnya bisa bangkit untuk turnamen-turnamen selanjutnya," tutur Linda. (dra/ko)

Raihan Indonesia di Piala Uber

1969
Indonesia menjadi runner-up. Kalah 1-6 dari Jepang di partai final
1972
Kembali runner-up. Kalah 1-6 dari Jepang lagi.
1975
Indonesia juara. Di Jakarta, Minarni dkk menggebuk Jepang 5-2.
1978
Indonesia kehilangan tahta. Indonesia kalah 2-5 dari Jepang
1981
Indonesia lagi-lagi runner-up. Merah Putih kalah 3-6 dari Jepang.
1986
Indonesia runner-up di depan publik sendiri. Di Jakarta, Indonesia kalah 2-3 dari Cina
1988
Indonesia di peringkat ketiga
1990
Indonesia kalah di semifinal
1992
Indonesia tersingkir di empat besar
1994
Indonesia juara. Susi Susanti dkk menang 3-2 atas Cina di Jakarta.
1996
Indonesia mempertahankan juara. Di final menggebuk Cina 4-1.
1998
Indonesia runner-up. Kalah oleh Cina 1-4
2000
Indonesia kalah di semifinal
2008
Indonesia runner-up di Jakarta. Kalah 0-3 dari Cina
2010
Indonesia kalah di babak semifinal.

referensi: JPNN.COM
 
Copyright © 2013. bulutangkis RI Media - All Rights Reserved
Tim @bulutangkisRI
Proudly powered by Blogger